Bila anda berencana menjual membuat dan memasarkan produk dengan target dan jangka pendapatan tertentu, tentu anda sudah melakukan riset kecil baik dalam pengolahan bahan untuk produk maupun penempatan produk dalam pemasarannya. Ada banyak materi untuk dipelajari dalam hal ini, apalagi di internet. Hendaknya anda tahu betul apa yang ingin anda lakukan dalam hal ini, semakin anda tahu semakin mudah anda menjalaninya.

Ada beberapa tips singkat yang bisa digunakan untuk menjalankan konsep produk anda sebelum melemparnya ke pasar secara besar-besaran. Ada 7 tips sederhana dalam membangun produk baru ini, dan sudah banyak terbukti berhasil dijalankan dalam dunia industri.
1. Ide dan Perkembangannya
Sudah tentu, anda membutuhkan ide awal untuk sebuah produk. Ide ini bisa dikembangkan sesuai dengan keinginan, hasrat dan daya tarik besar dalam diri anda akan sebuah produk. Sebuah ide, bisa berasal dari dalam anda, perusahan ataupun dari sumberdaya lain dari luar. Jangan terpancang dengan “harus aku” untuk mengembangkan ide. Tentukan satu ide dan beri ijin kepada orang lain untuk mengembangkannya. Lebih ideal lagi bila anda mampu membangun sebuah tim yang solid untuk hal ini.
Awal sebuah ide bisa dengan menentukan titik fokus dalam beberapa hal. Misalnya dengan menentukan strata ekonomi pasar, trend atau mode, minat atau daya tarik orang terhadap sesuatu dan masih banyak lagi. Lakukanlah pendekatan terhadap pengembangan ide dengan memberi tempat untuk kritik dan saran dari pelanggan untuk produk anda. Sehingga dari satu ide bisa menyentil dan memunculkan ide-ide yang lain. Dewasa ini, pendekatan ide banyak dilakukan dengan menggunakan metode komunal.
2. Pemilihan/filter
Dalam tahap ini, dilakukan filter atau mungkin screening terhadap ide-ide pemasaran produk yang sudah siap untuk dijalankan. Keputusan atau eksekusi ide biasanya akan tergantung dari jumlah ide yang sudah terkumpulkan. Lakukan secepatnya dengan mengevaluasi ide-ide yang lebih cocok untuk produk anda.
3. Membangun konsep dan Uji coba
Dengan mengantongi ide, pemasaran produk bisa lebih terfokus. Sehingga uji coba pasar pun tentunya lebih mudah. Uji coba bisa dilakukan dengan melibatkan beberapa pelanggan terdekat atau mungkin juga dengan membanjiri semua pelanggan dengan produk yang sudah disiapkan. Fokus pada grup pelanggan biasanya lebih meningkatkan perkembangan dari itu tersebut. Selama masa uji coba, ambil beberapa contoh yang bisa menambah perkembangan dari ide tersebut. Misal mencatat seberapa banyak dari apa yang disukai dan apa yang tidak disukai.
4. Analisa Bisnis
Pada point ini, akan dilakukan pengolahan analisa dari produk baru dengan beberapa ide yang terkumpul menjadi lebih spesifik. Menjadi dua atau tiga atau bahkan 1 ide besar yang bisa mengimplementasi semua ide yang terkumpul. Pada proses ini, semua bergantung pada riset pasar untuk menetukan tingkat “ability ” dari ide-ide produk tersebut. Kunci dari tingkat obyektif untuk analisa bisnis ini menentukan pembentukan target pasar, biaya operasional dan rugi laba. Hendaknya ide bisa mengarahkan determinasi lebih tepat dan sesuai hingga mencapai semua misi dari produk itu sendiri. Banyak upaya lebih diarahkan pada penelitian internal, seperti diskusi dengan personil produksi dan pembelian, dan riset pemasaran eksternal, seperti pelanggan dan distributor survei, penelitian sekunder, dan analisis pesaing.
5. Penyatuan Produk dan Pemasaran
Pemastian Ide dengan analisis usaha hendaknya diberikan perhatian serius sebagai bentuk peletakan pondasi. Lakukan langsung riset dan pengembangan untuk membangun sebuah desain awal dari prototype ide yang sudah ada. Bagian pemasaran juga sudah bisa memulai merencanakan pemasaran akan produk. Setelah bentuk contoh produk siap, bagian pemasaran bisa melakukan masukan dari pelanggan. Namun, tidak seperti tahap pengujian konsep di mana pelanggan hanya menjadi bagian dari gagasan, dalam langkah ini pelanggan mendapat pengalaman produk real maupun aspek-aspek lain dari campuran pemasaran, seperti iklan, harga, dan pilihan distribusi (misalnya, ritel toko, langsung dari perusahaan, dll). Reaksi pelanggan yang kondusif/baik akan membantu memperkuat keputusan untuk memperkenalkan produk dan juga memberikan informasi berharga lainnya seperti harga pembelian yang bisa diperkirakan dan memahami bagaimana produk yang akan digunakan oleh pelanggan. Reaksi yang kurang baik mungkin akan menjadikan perlunya penyesuaian pemasaran. Setelah ini dilakukan, bagian pemasaran mungkin akan memiliki tes pelanggan produk satu atau dua kali lagi. Selain mendapatkan umpan balik pelanggan, langkah ini digunakan untuk mengukur kelayakan skala besar, biaya produksi yang efektif untuk produk manufaktur.
6. Test Pemasaran
Ide atau Produk yang masih bertahan hingga paling akhir maka siap untuk diuji sebagai produk nyata. Dalam beberapa kasus, pemasaran menerima apa yang telah dipelajari dari pengujian konsep dan melompati pengujian pasar untuk memulai ide sebagai produk yang dipasarkan sepenuhnya. Namun masih banyak diantaranya pengelola usaha yang masih mencoba mencari masukan lebih dari kelompok yang lebih besar sebelum pindah ke komersialisasi. Jenis paling umum dari pengujian pasar adalah membuat produk yang tersedia lebih ke segmen kecil dengan target pasar yang selektif (misalnya, satu kota). Dalam beberapa kasus, terutama dengan produk-produk konsumen yang lebih mengarah untuk di-retail-kan, pemasaran harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan keyakinan dari para distributor bahwa produk tersebut sudah melewati uji coba pasar dan bisa dijual. Bentuk lain dari pengujian pasar (tes pasar) bisa dilakukan dengan merekrut satu atau dua pelanggan untuk ikut terlibat dalam pembentukan produk. Pengembangan produkpun bisa dilakukan berdasarkan respon belanja dari elanggan.
7. Komersialisasi
Jika pasar yang menjanjikan hasil pengujian siap, maka saatnya memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas. Beberapa perusahaan memakai cara dengan memperkenalkan atau roll-out produk dalam beberapa gelombang dengan bagian-bagian target pasar menerima produk pada jadwal yang berbeda. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan produksi dengan cara yang lebih terkontrol dan menyatukan pemasaran sebelum produk itu didistribusikan ke daerah-daerah baru.
Salam kreatif